Senin, 12 Januari 2009
Bulan bersinar, terang menerangi gelap malamku waktu sunyi syahdu itu.
Gemercik suara air hujan gerimis, seakan mengajakku berbicara.
Tapi aku tetap terdiam, terdiam meresapi sesuatu.
Sesuatu yang masih sangat asing bagiku.
Ia laksana angin yang membelaiku sewaktu tidurku.
Ia laksana burung yang selalu memberiku hiburan diwaktu bingungku.
Tapi aku berpikir, dan terus berpikir mengapa dia selalu tak seindah yang kupikir, tak sebaik yang kutahu, tak sepintar yang kukenal.
Aku baru sadar, ia bukan siapa-siapa untukku.
Ia hanyalah hamba allah yang berusaha menghamba pada-Nya.
Aku tak dapat menafikkan hatiku dengan akalku bahwa dia bukan siapa-siapa.
Ia sesuatu yang tak dapat tercerna oleh akalku, sulit dimengerti.
Apakah cinta itu?
Apakah cinta itu selalu pada seorang gadis atau lelaki?
Mengapa cinta itu ada dalam diri manusia?
Apakah manusia butuh cinta untuk hidupnya?
Allah 'azza wa jalla telah menganugerahi kita suatu cahaya tersembunyi.
Cahaya itu bersembunyi dalam hati.
Tak terlihat dan tak terdeteksi.
Ia ada dengan sendirinya, tanpa sepengetahuanku.
Cinta.
Sebenarnya siapa dirimu?
Sesaat kau hibur aku dengan canda tapi kau hancurkan aku bagai keping-keping kecil berserakan setelah kau tau aku bukanlah aku.
Aku mengerti.
Cinta adalah nafsu.
Ia takkan berhenti jika tak dikendalikan akal.
Karena hanya akal pengendali nafsu.
Tapi cinta yang anugerahkan pada manusia adalah cinta yang suci.
Cinta yang hanya dimengerti makhluk terhadap khaliq.
Jagalah cintamu pada yang menciptakan cinta.
Niscaya sang pencipta cinta akan menjagamu dengan cinta.
Karena cinta bukanlah hati.
Cinta bukanlah jiwa.
Cinta bukanlah rasa.
Tapi cinta adalah cita dan pengharapan.
Agar kita dekat pada-Nya.
Agar kita mengenal sang pencipta lewat cinta.
Lewat cinta manusia bertutur.
Lewat cinta manusia berpikir.
Jadikanlah cinta kepada allah jalan bertutur dan pikiranmu.
Karna cinta itu buta.
Bantulah ia dengan penerangan hidayah Allah.
Hidayah allah dan cinta bagai dua hal yang tak dapat dipisahkan.
Mereka saling memberi dan menutupi.
Mereka bagai hubungan proton dan elektron dalam atom.
Ketika salah satunya saja tak ada.
Berakibat pada atom itu sendiri.
Bahkan bukan hanya atom itu yang terpengaruh,
tapi juga atom yang lain.
Atom akan menolak atom yang lain(orang terdekat).
Itulah hidayah allah menciptakannya.
Allah ciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan.
Met jatuh cinta for all.....
Tetep jaga iman lewat lisan.
Jaga diri lewat akhlaq al-karimah.
Sabtu, 03 Januari 2009
Save Our Palestina
Oh... Manusia, kau tak hanya ada didunia membabi buta tak tahu arah tujuan nan jelas dimana. Tapi saat kelam gulita nan gelap membutakan mata, engkau wahai rasul pilihan, engkau datang membawa risalah ilahi nan terang benderang, membuka mata manusia yang saat itu tertutup gelapnya zaman.
engkau laksana embun penyejuk dikala kehausan manusia dipadang nan gersang tertutup ilalang pemandangan setan yang menyesatkan. Engkau rasul pilihan, penutup semua rasul allah nan gagah di medan tempur laga zaman. Tapi mengapa kepergian engkau tak menghadirkan angin segar. Kaum kafir sedang gencar menghancur. Menghancur apapun yang mereka anggap menghadang. Entah itu rumah-rumah Muslim tak bersalah, Rumah-rumah Allah yang mulia, manusia-manusia yang sedang mengagungkan Asma Allah pun tak luput mereka terjang.
Tak sanggup kubayangkan bagaimana jalan pikiran orang-orang zaman sekarang. Mereka senang gembira di tengah malam tanpa tahu bahwa saudaranya susah gempita diterjang ratusan roket menghancurkan. Oh palestina, cukuplah kau meradang, janganlah kau terus seperti ini. Biarlah kita serahkan semuanya pada Allah yang maha kuasa, Yang Maha Kuat lagi maha Bijaksana.
Pikiranku melayang, membayangkan kondisi di salah satu negeri. Negeri para nabi digempur dari darat, laut, dan udara. Dentuman keras bukan suara kembang api, tapi bom asli. Kilauan cahaya bukan warna-warni kembang api, tapi kilauan bom dari pesawat tempur dan tank tempur. Disaat manusia berpesta pora, mereka di blokade dari berbagai sisi bahkan negara tetangga bersekongkol menutup perbatasan sebagai jalur bantuan. Disaat uang dan makanan dihambur-hamburkan pada malam ini, mereka tak berdaya hingga rumah sakit kehabisan stok obat, anak-anak dan keluarga kelaparan.
Sungguh tak adil. Orang yang menyerang dianggap pahlawan, orang yang bertahan dianggap teroris. Persekongkolan busuk yang nyata didepan mata. Sekitar 400 syahid dipanggil Allah, beberapa keluarga musnah tanpa generasi, bangunan porak poranda, bahkan rumah Allah pun diluluh lantakkan dengan berbagai dalih. Tangisan duka menyelimuti ibu-ibu yang kehilangan anaknya, tangisan luka menghiasi tiap jengkal tanah Gaza. Kekecaman ini kian menunjukkan arogansi umat yang terlaknat, umat yang selalu membuat ulah disaat Allah mengirimkan nabi dan rasul pilihan.
Darah dan air mata dari pelosok Gaza. Tangis dan luka itu takkan menyurutkan perjuangan merebut hak rakyat Palestina. Sekecil apapun bantuan kita, baik doa dan finansial. Semoga Allah memberi balasan yang setimpal dan memberikan kekuatan kepada saudara-saudara kita di Palestina. Untuk saudaraku di Gaza, Allahlah tujuan akhir kita.
Rabu, 31 Desember 2008
Keterpurukan Kita
Jalur Gaza, disana kita terdiam....
Jalur Gaza, kaulah jalur ke Surga....
tapi entah mengapa... kau begitu tak berdaya, ketika kaum kafir menhujanimu dengan roket-roket dahsyat tak henti-henti...
ratusan muslim gugur di medan ini...
membuat hatiku tak kunjung hangat, setelah hujan lebat musuh menghujani....
lihatlah wahai sahabat,,,, lihatlah wahai muslim.... di dunia yang aneh ini....
kalian bersorak sorai merayakan tahun baru masehi yang katanya indah itu, padahal kalian merayakan kehancuran agamamu. Kau membuat dunia makin kacau. Palestina berduka, Palestina berjuang, Palestina meradang, tapi engkau bersenang-senang menghabiskan malam.
Hati agaknya terlalu dalam menyikapi, tapi itu semua tidaklah cukup tanpa perbuatan yang berarti.
Semoga diri selalu dilindungi oleh ilahi yang maha mengetahui. Palestina diserang tapi kau tak kunjung bangun. Bukalah matamu wahai muslim, bukalah telingamu wahai muslim, bukalah pintu hatimu wahai muslim.
kafir berbangga hati menghancurkanmu, menghancurkan akhlak dan pemikiranmu dengan tahun barunya, menghacurkan tubuh-tubuh muslim dengan roket-roketnya.
wahai kaum kafir, tunggulah muslim tidak lemah. Muslim punya ALLAH yang siap melalapmu.
Wahai MUSLIM, kuatkan imanmu, percayalah akan pertolongan Allah, tapi pertolongan Allah tak akan diberikan dengan harga. Tapi dengan perjuangan, dengan pemikiran kritismu terhadap tahun baru yang menyesatkan itu.
semoga bermanfaat wahai sahabat.
Jumat, 05 Desember 2008
Al-qur'an 100000000 % kalam illahi
Rabu, 19 November 2008
Hidup yang Bukan Main
Aku berpikir,”Apa sich tugas dan tujuan seorang hamba?” Pikiran ini selalu menghantuiku diwaktu malamku dan mengikutiku diwaktu siangku. Aku tak sanggup menggapai ilmunya Allah mengenai ini. Tak kusangka Allah memberiku sesuatu yang aku maksud. Kulihat suatu buku berjudul ‘Pribadi Penuh Arti’ karya Amru Muhammad Khalid. Karna asbab buku itu, Alhamdulillah aku bisa gapai “Hidayah Allah” dan takkan kulepas dalam sanubari kalbuku.
Minggu itu adalah minggu yang berat. Banyak sekali badai yang menimpa muka dan hatiku. Tak kupungkiri bahwa badai itu datang dari sang Maha Kuat nan Maha Perkasa yang Kuasanya meliputi Langit dan Bumi dan menguasai waktu lampau, sekarang dan Hari Pembalasan. Tak dapat lagi aku menggambarkan bertapa agungnya Allah dengan nama-nama yang sempit ini ketimbang kuasanya yang Maha Luas.
Teguran Allah yang menimpaku memang sebagian orang menganggapnya sebagai keteledoranku semata. Bagiku terserah apa kata orang tapi yang penting ‘Jadilah Dirimu Sendiri’. Badai itu bagaikan suatu tamparan keras bagi daku yang tak sekuat pribadi para Nabi yang menganggapnya itu cuma kibasan ekor nyamuk (yah kalau punya ekor).
Sebulan lalu salah seorang teman sekolah menawariku membeli sebuah helm darinya (memang agak gak nyambung tapi baca aja ampe keler). Helm itu dijualnya dengan harga $120.000 (hehehe sebenernya sieh Rp). Helm tu harga aslinya Rp220.000. Saat itu hari Jum’at di bulan Ramdhan. Kupacu sepeda motorku sekencang mungkin untuk sampai di masjidnya SMP 1 karena waktu Sholat Jum’at sudah memepet.
Tapi anehnya niatku ke SMP 1 bukanlah untuk Sholat Jum’at tapi aku berniat untuk sombong pada dunia dan berkata,”Niech, Arief punya helm keren!” (hehehe sombong bener padahal yang pantas sombong tu Allah karena dialah yang punya Jagat Raya nieh). Sholat Jum’atpun berhasil kutunaikan dan tiba-tiba saat aku lihat kearah motorku, tak kutemui lagi helm yang membuatku sombong tadi. Astaghfirullah langsung aja aku koreksi diriku “Apakah ada yang salah dari diriku?” padahal disebelah SMP 1 itu ada kantor Polisi n rumahku amat jauh dari SMP 1. Sepanjang jalan aku hanya diam seribu bahasa tak bertutur apa-apa. Hanya Allah yang tau apa isi hati hambanya. Walau tak berkata aku berbisik halus dalam kalbu,”Mengapa aku seperti ini?”
Sebelumnya juga aku kehilangan uang $100.000 (hehehe kembali jadi Rp koq), lalu dioper kepada kehilangan berikut, yah pemain bernomor punggung “Kehilangan Sepatu” membawa bola yang berlumur racun…. dan bola tepat mengenai hatiku… (hehehehehe kya komentator bola aja). And then kembali kehilangan, tapi inilah badai besar itu.
Begini, saya jelaskan dulu kronologinya. Saya mempunyai target untuk bisa, paling engga cuap-cuaplah pake Bahasa Inggris. Setiap waktu luang kuhabisakan baca buku yang ada Bahasa Inggrisnya. Setiap ada kata-kata baru kucatat di belakang buku. Lalu waktu istirahatnya mencari di Pepustakaan kata-kata baru itu.
Setelah pulang ke rumah catatan kosa-kata baru saya catat kembali di HandPhone saya. Alhamdulillah HP saya yah support buat Note (N-Gage QD). Saya sangat senang dengan HP entu. Ia bagaikan bagian dari diriku yang tak mungkin dapat dipisahkan (hehehehe, padahal semua yang kita kira tak dapat berpisah pasti akan berpisah, air saja berpisah dari minyak, padahal mereka sama-sama air).
Mungkin Allah agak cemburu dengan rasa cintaku yang terlalu berlebihan dengan HP itu. Sehingga di suatu siang yang panas dan terik mentari menyinari muka bumi dengan dahsyatnya, sampai-sampai dimana-mana ada kereta (maksudnya kereta manusia yang mengantre untuk membeli minuman dingin). Diriku tak lagi mendapati Handphone yang dulunya kubanggakan itu berada diatas tempat biasanya. Ia telah hilang dicuri orang yang masuk kamarku. “Ahhhh…. kesal…” Ingin sekali aku mengejarnya kembali, tapi apa daya. Waktu malamnya diriku bagai orang yang mabuk dan jalannya sempoyongan tak tentu arah. Lalu aku terdiam dan menangis seraya membaca sepotong ayat:
Ayat Kursi255.
Alhamdulillah berkat rahmat Allah dan hidayahnya aku telah mengerti,” Apa arti Iman dan Cinta yang sebenarnya itu. Merujuk pada sebuah hadist bahwa cintailah segala sesuatu sewajarnya siapa tau ia bisa menjadi musuhmu, bencilah sesuatu sewajarnya siapa tau ia bisa menjadi kekasihmu. Cintalah Ummat Manusia semata-mata karena yang menciptakannya bukannya yang diciptakannya. Harta dunia, istri-istri (klo blom punya yah pacar lah) dan anak-anak (klo blom punya yah adek mungkin ato kakak ato nenek buyut, mamah-papah).
