Ranking Blog semesthidayah

Sabtu, 03 Januari 2009

Save Our Palestina

Oh... Manusia, kau tak hanya ada didunia membabi buta tak tahu arah tujuan nan jelas dimana. Tapi saat kelam gulita nan gelap membutakan mata, engkau wahai rasul pilihan, engkau datang membawa risalah ilahi nan terang benderang, membuka mata manusia yang saat itu tertutup gelapnya zaman.

engkau laksana embun penyejuk dikala kehausan manusia dipadang nan gersang tertutup ilalang pemandangan setan yang menyesatkan. Engkau rasul pilihan, penutup semua rasul allah nan gagah di medan tempur laga zaman. Tapi mengapa kepergian engkau tak menghadirkan angin segar. Kaum kafir sedang gencar menghancur. Menghancur apapun yang mereka anggap menghadang. Entah itu rumah-rumah Muslim tak bersalah, Rumah-rumah Allah yang mulia, manusia-manusia yang sedang mengagungkan Asma Allah pun tak luput mereka terjang.

Tak sanggup kubayangkan bagaimana jalan pikiran orang-orang zaman sekarang. Mereka senang gembira di tengah malam tanpa tahu bahwa saudaranya susah gempita diterjang ratusan roket menghancurkan. Oh palestina, cukuplah kau meradang, janganlah kau terus seperti ini. Biarlah kita serahkan semuanya pada Allah yang maha kuasa, Yang Maha Kuat lagi maha Bijaksana.

Pikiranku melayang, membayangkan kondisi di salah satu negeri. Negeri para nabi digempur dari darat, laut, dan udara. Dentuman keras bukan suara kembang api, tapi bom asli. Kilauan cahaya bukan warna-warni kembang api, tapi kilauan bom dari pesawat tempur dan tank tempur. Disaat manusia berpesta pora, mereka di blokade dari berbagai sisi bahkan negara tetangga bersekongkol menutup perbatasan sebagai jalur bantuan. Disaat uang dan makanan dihambur-hamburkan pada malam ini, mereka tak berdaya hingga rumah sakit kehabisan stok obat, anak-anak dan keluarga kelaparan.
Sungguh tak adil. Orang yang menyerang dianggap pahlawan, orang yang bertahan dianggap teroris. Persekongkolan busuk yang nyata didepan mata. Sekitar 400 syahid dipanggil Allah, beberapa keluarga musnah tanpa generasi, bangunan porak poranda, bahkan rumah Allah pun diluluh lantakkan dengan berbagai dalih. Tangisan duka menyelimuti ibu-ibu yang kehilangan anaknya, tangisan luka menghiasi tiap jengkal tanah Gaza. Kekecaman ini kian menunjukkan arogansi umat yang terlaknat, umat yang selalu membuat ulah disaat Allah mengirimkan nabi dan rasul pilihan.
Darah dan air mata dari pelosok Gaza. Tangis dan luka itu takkan menyurutkan perjuangan merebut hak rakyat Palestina. Sekecil apapun bantuan kita, baik doa dan finansial. Semoga Allah memberi balasan yang setimpal dan memberikan kekuatan kepada saudara-saudara kita di Palestina. Untuk saudaraku di Gaza, Allahlah tujuan akhir kita.

Tidak ada komentar: